085656465961

Rumah Kepemimpinan Regional VII Makassar

Terus Berkontribusi untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Rabu, 10 Agustus 2016

SIAPAKAH PEMIMPIN ITU?


Pemimpin tidak lahir begitu saja, tetapi harus dibentuk dan dibina. Ya, kalimat tersebut adalah kalimat bijak yang selalu diperdengarkan di Rumah Kepemimpinan. Memang betul, pemimpin hebat selalu lahir dari proses pembentukan dan pembinaan yang luar biasa. Bahkan, pemimpin sekaliber Soekarno sekalipun menjalani pembinaan di bawah bimbingan HOS Cokroaminoto. Sebagaimana wejangan dari Husein Ibrahim, salah satu pendiri Rumah Kepemimpinan, “melalui pembinaan yang baik, diharapkan akan lahir pemimpin-pemimpin yang mampu membawa Indonesia menjadi lebih baik di masa yang akan datang”.

Beberapa waktu yang lalu, saya mengikuti sebuah event, bernama National Leadership Camp di Jakarta. Event ini merupakan salah satu agenda pembinaan khusus dari Rumah Kepemimpinan. Pada event National Leadership Camp, banyak pengetahuan, pengalaman, dan motivasi yang didapatkan sebagai langkah awal menuju pembinaan selama 22 bulan mendatang. Banyak pembicara-pembicara hebat yang hadir, diantaranya Anies Baswedan dan Sudirman Said; Ustadz Musholli dan Letjen Purn. Husein Ibrahim (Pendiri Rumah Kepemimpinan); Sandiaga S. Uno, Nur Agis Aulia,  Achmad Zaky (Enterpreneur); Dalu Nuzlul, Gesa Falugon, dan Faldo Maldini (Aktivis); Suyoto (Bupati Bojonegoro); Yoyok (Bupati Batang); Ricky Elson (Pelopor Mobil Listrik Nasional); dan pembicara-pembicara lainnya.

Mungkin ada yang bertanya, apa itu Rumah Kepemimpinan?. Rumah kepemimpinan adalah sebuah komunitas penerima beasiswa PPSDMS; dimana para penerima beasiswa akan diasramakan dan mendapatkan pembinaan baik harian, pekanan, bulanan, tahunan, maupun pembinaan khusus selama 22 bulan. Rumah Kepemimpinan tersebar di tujuh regional dan Sembilan PTN ; Jakarta (Univ. Indonesia), Bandung (Institut Teknologi Bandung dan Univ. Padjajaran), Yogyakarta (Univ. Gadjah Mada), Bogor (Institut Pertanian Bogor), Surabaya (Univ. Airlangga dan Institut Teknologi Sepuluh November), Medan (Univ. Sumatera Utara), dan Makassar (Universitas Hasanuddin).

Tentu, bukan hal yang mudah menjalani pembinaan selama 22 bulan. Begitu banyak godaan dan tantangan, terutama di waktu subuh :D . Tetapi, mengutip potongan Idealisme Kami -Rumah Kepemimpinan-, “Tiada sesuatu yang membuat kami bersikap seperti ini; selain rasa cinta yang mengharu biru hati kami; menguasai perasaan kami; memeras habis air mata kami; dan mencabut rasa ingin tidur dari pelupuk mata kami.”.  Honda Soichirou, dikutip dari ricky Elson, pernah mengatakan “Kurangi waktu tidurmu dan waktu makanmu. Terus berjuang karena hanya orang yang sampai detik terakhir tidak menyerah yang akan menjadi pemenang”.

Pemimpin yang ingin dilahirkan oleh Rumah Kepemimpinan haruslah pemimpin yang mampu membangun peradaban. Tentu, bukan hal mudah untuk membangun peradaban, tetapi mengutip pernyataan Bang Bachtiar, “Jangan mau menjadi abu, tetapi jadilah api sejarah”. Untuk membangun peradaban, tentu dibutuhkan jiwa kepemimpinan profetik; dimana seorang pemimpin harus memiliki semangat pembebasan dan transedensi (berpikir lebih jauh dari orang lain). Rumah Kepemimpinan mengajarkan nilai-nilai yang disingkat ROOM PK : Rendah Hati, Open Mind, Objektif, Moderat, Prestatif, dan Kontributif. ROOM PK ini-lah yang ditransformasikan dalam berbagai program pembinaan untuk membentuk kader-kader terbaik yang akan menjadi pemimpin hebat di masa depan.

Hal yang harus dipahami terkait pemimpin adalah the leader berbeda dengan penguasa. Penguasa akan mempertanyaan apa dan dimana posisi saya; sementara the leader akan mempertanyakan bagaimana cara saya untuk berkontibusi sebesar-besarnya. Seorang pemimpin yang baik biasanya memenuhi rumus yang diajarkan oleh Sudirman Said (Menteri ESDM 2014-2016) dan Anies Baswedan (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan 2014-2016), yakni Credibility = [Integrity + Competency + Intimacy] – Self Interest. Jika kita mampu memenuhi rumus tersebut maka akan terbentuk jiwa kepemimpinan di dalam diri kita.

Seorang pemimpin juga harus visioner, mengingat ada kalimat bijak yang menyatakan bahwa Jika Anda gagal berencana maka Anda berencana untuk gagal. Hidup adalah perjalanan yang membutuhkan alat navigasi agar dapat sampai dengan selamat. Berpikir-lah ; sebelum berangkat, tiba dulu. Pemimpin hebat harus memiliki mimpi besar; karena pemimpin hebat lahir dari mimpi besar. Hassan Al-Banna pun pernah mengatakan, “Kenyataan hari ini adalah mimpi hari kemarin dan mimpi hari ini adalah kenyataan hari esok”. Lalu, bagaimana cara merealisasikannya?. Ada beberapa tips alur yang diajarkan oleh Sandiaga S. Uno untuk mengubah mimpi menjadi realita, yakni klasifikasi nilai-nilai, pahami kondisi, ciptakan visi-misi, dan cepat lakukan implementasi. Jalan menuju kesuksesan memang bukan jalan mudah melainkan berliku-liku ; sehingga dibutuhkan tekad yang kuat, keberanian, tidak takut gagal, dan terus menjadi pembelajar.

Mari kita merenungkan kembali ajaran dari Panglima Besar Jenderal Soedirman yang dikutip dari Bang Bachtiar Firdaus, :“Anak-anakku, Peserta Rumah Kepemimpinan, kamu bukanlah pimpinan sewaan, tetapi pemimpin yang berideologi; yang sanggup berjuang menempuh maut untuk keluhuran tanah airmu. Percaya dan yakinlah bahwa kemerdekaan suatu Negara yang didirikan di atas timbunan tanah keringat pemimpin dan bangsanya tidak dapat dilenyapkan oleh manusia manapun”. 

Indonesia kini sedang hamil tua untuk melahirkan pemimpin besar yang mengubah dunia; dan saya berharap itu adalah kita. Mengutip kata bijak dari Anies Baswedan, “No person can change history single-handedly”. Kita adalah superman-superman yang siap menjadi Superteam; demi tegaknya kejayaan, kemuliaan, dan terwujudnya cita-cita Indonesia di masa depan. Mari bersatu, berkarya, mengglobal; dan menjadi saudara sampai surga; dengan tujuan tidak mengharap harta benda atau imbalan lainnya, tidak juga popularitas, apalagi sekedar ucapan terima kasih. Mengutip Idealisme Kami -Rumah Kepemimpinan- : Yang kami harap adalah,


TERBENTUKNYA INDONESIA YANG LEBIH BAIK DAN BERMARTABAT SERTA KEBAIKAN DARI ALLAH – PENCIPTA ALAM SEMESTA.

#Muhammad Faisal
#Presiden RI
#Rumah Kepemimpinan Reg. VII Makassar

Tidak ada komentar:
Write komentar

Indonesia lebih baik dan bermartabat. Kunjungi - http://presidenfaisal.blogspot.co.id/
Join Our Newsletter