085656465961

Rumah Kepemimpinan Regional VII Makassar

Terus Berkontribusi untuk Bangsa dan Negara Indonesia

Selasa, 28 Februari 2017

Catatan 01 #MengawalUKMKPIUNHAS

UKM KPI Unhas telah memasuki babak baru. Beberapa waktu yang lalu, kami baru saja melaksanakan salah satu program kerja UKM KPI Unhas yakni Pelantikan, Upgrading, dan Rapat Kerja atau yang lebih dikenal dengan istilah PUR UKM KPI Unhas. Kegiatan ini belum benar-benar selesai dikarenakan kurangnya kader dalam agenda rapat kerja yang berakibat dipendingnya agenda hingga beberapa hari berikutnya. Tentu keadaan ini mesti kita perhatikan bersama agar tidak terjadi kembali dalam kegiatan-kegiatan selanjutnya. Meski demikian, apresiasi patut diberikan kepada para kader yang setia membersamai kegiatan dari awal hingga akhir, maupun kader yang hanya membersamai beberapa agenda saja. Paling tidak, ini menunjukkan bahwa mereka peduli terhadap lembaga ini.

UKM KPI Unhas memiliki banyak kader yang berasal dari berbagai fakultas se-Universitas Hasanuddin. Tercatat, sebanyak 163 kader angkatan tujuh yang diterima menjadi bagian dari keluarga besar UKM KPI Unhas. Angkatan-angkatan sebelum dan sesudah pun tidak kalah banyaknya. Meski memiliki banyak kader, kegiatan lembaga masih saja dihadiri sedikit peserta. Pertanyaannya, apa “kemungkinan-kemungkinan” penyebab hal tersebut?. Mari kita telaah bersama.

Pertama, Sense of Belonging. James Gilmore pada tahun 2005 pernah mengatakan bahwa, “A sense of belonging is the feeling of being connected and accepted within one's family and community.”. Pendapat Gilmore tersebut menjelaskan bahwa jika seseorang memiliki sense of belonging pada organisasi ini (yang bahkan dianggap sebagai keluarga oleh sebagian orang) maka kita akan lebih mudah menyatu, lebih mudah berkolaborasi, lebih erat persaudaraan, dan akan lebih banyak inisiatif untuk memajukan lembaga ini. Mungkin saja karena kurangnya sense of belonging sehingga persoalan-persoalan di atas masih saja ditemui di lembaga ini. Ketika kader dihadapkan pada pada pilihan-pilihan tertentu maka pilihan membersamai UKM KPI Unhas menjadi nomor dua. Sense of belonging juga sangat berkaitan dengan bagaimana lembaga membantu mewujudkan tujuan para kader masuk di UKM KPI Unhas. Untuk mengatasi persoalan sense of belonging, harus ada kesadaran dari para kader dalam melihat skala prioritas. Perlu juga adaptasi kader terhadap kegiatan-kegiatan lembaga sambil bersama-sama melakukan perbaikan-perbaikan agar tujuan kader masuk UKM KPI Unhas dapat terwujud.
Kedua, manajemen waktu kegiatan. Memang ada beberapa kegiatan lembaga dilaksanakan pada malam hari ataupun hari-hari padat kegiatan akademik yang berakibat pada banyaknya kader yang tidak bisa menghadiri kegiatan. Hal ini juga perlu diperhatikan bersama, terkhusus pelaksana kegiatan yang mengatur jadwal kegiatan. Kegiatan yang diperuntukkan kepada kader harus disesuaikan dengan keadaan kader dan kader juga harus mampu beradaptasi dengan keadaan lembaga.

Masih banyak kemungkinan lainnya tetapi dua hal di atas menjadi penyebab utama berdasarkan pengamatan pribadi. Sebenarnya, dua hal di atas sudah sangat sering diperbincangkan, baik tataran pengurus maupun tataran anggota. Tetapi, kejadian kemarin masih saja terjadi. Ya, mungkin itulah sifatnya orang Sulawesi. Dalam salah satu materi Upgrading “Arah Gerak dan Leadership”, pemateri memaparkan berdasarkan rujukan yang jelas bahwa orang Sulawesi adalah orang yang lebih menyukai aksi nyata dibandingkan kata-kata. Orang Sulawesi tidak akan mempercayai dan mengerjakan sesuatu walaupun kelihatan baik apabila tidak ada yang memberikan teladan terlebih dahulu. Tetapi sekali mereka percaya maka mereka akan mempertahankan kepercayaan tersebut.

Olehnya itu, saya mengajak kepada para pembaca yang budiman untuk menunjukkan perhatian kepada lembaga. Mari membersamai lembaga dan memberikan teladan kepada kader lainnya. Dave Thomas pernah berkata pemimpin besar masa depan adalah orang yang mempraktikkan apa yang diucapkannya. Mereka memberikan contoh, menciptakan iklim loyalitas dan kerja sama, serta aktif berbagi kesuksesan dengan kader lainnya. Mari menjadikan KPI’ers sebagai keluarga dan Rumah Ilmiah sebagai rumah kita bersama.

Selamat membaca dan mohon maaf apabila ada kata yang salah karena manusia tentu tak luput dari kesalahan. Jangan lupa, maksimalkan kehadiran pada rapat kerja selanjutnya.


#Keeponfightingtilltheend #KOFTTE
#JayaPenalaran
#JayaUKMKPIUnhas

Tidak ada komentar:
Write komentar

Indonesia lebih baik dan bermartabat. Kunjungi - http://presidenfaisal.blogspot.co.id/
Join Our Newsletter