Tidak ada alasan
untuk menyerah di negeri ini.
Kalimat tersebut seakan menjadi api semangat di dalam keheningan melihat
realita negeri tercinta hari ini. Kalimat tersebut memiliki makna yang sangat
dalam dan ingin menampik kegalauan banyak orang yang seakan menyesal hidup di
negeri ini. Sangat miris memang melihat kenyataan hari ini, tetapi itu haruslah
menjadi batu loncatan kita untuk berkarya dan membenahi Indonesia di masa yang
akan datang. Kita sebagai pemuda yang akan melanjutkan tongkat estafet kepemimpinan
bangsa punya banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Mengutip
pernyataan Ricky Elson, pekerjaan rumah kita adalah berpacu membenahi ketertinggalan dan berpacu menuju kemajuan.
Oh ya, tulisan ini adalah pengalaman tanggal 25 Mei 2016
yang saya refleksikan hari ini. Saya mengikuti sebuah seminar bertemakan “Membangun Indonesia Kokoh” yang
diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Sipil, Universitas Hasanuddin di Aula
Prof. Amiruddin. Salah satu pembicara pada seminar tersebut adalah kanda Ricky Elson, seorang putera bangsa yang
mengabdi dan berkarya untuk Indonesia walaupun mendapat banyak halangan dan
rintangan. Beliau adalah pendiri Lentera Angin Nusantara (LAN) dan pencipta
mobil listrik nasional. Melihat kegelapan di negeri ini, beliau kemudian
memutuskan pergi dan mencari cahaya di tempat lain (baca: menuntut ilmu).
Setelah mendapatkan cahaya tersebut, beliau kembali untuk menerangi Indonesia
tercinta. Beliau tidak mendapatkan kepercayaan dan sempat dicacimaki, namun
baginya tidak ada alasan untuk menyerah di negeri ini.
Saya sempat mencatat, ada beberapa fase yang harus
dilewati jika kita bermimpi membangun bangsa agar mimpi tersebut dapat
terealisasi dengan baik. Fase pertama, aktivasi
diri yaitu fase mencari ilmu pengetahuan dan motivasi diri. Fase kedua, kesadaran yaitu fase memahami makna
diri, mengubah diri, dan mulai mencoba belajar dari pengalaman baik pengalaman
diri sendiri maupun pegalaman orang lain. Fase ketiga, trigger yaitu fase meyakinkan diri dengan melihat kenyataan di
negeri ini. Tidak perlu saya panjang lebar menceritakan kenyataan di negeri
ini, silahkan buka sendiri Boss Google. Fase keempat, melangkah yaitu fase memulai membangun keyakinan dan berkarya mulai
dari hal yang kecil. Fase kelima, totalitas
yaitu fase kesungguhan hati. Fase terakhir, pengorbanan yaitu fase kita berkarya bukan hanya untuk kebanggaan
diri sendiri tetapi untuk negeri tercinta dan kemaslahatan dunia.
Saya sangat tersentuh dan terharu mendengar cerita dari
Ricky Elson. Ya, terdengar lebay mungkin tetapi itulah kenyataannya. Ternyata,
masih ada orang yang sepemikiran dengan saya, Alhamdulillah ternyata masih banyak. Bahkan saya malu, beliau sudah melangkah jauh, sementara saya masih
merangkai mimpi dan ide. Apa yang sudah
kita berikan untuk negeri ini? Kita lebih banyak merepotkan, merusak, dan
membebani Indonesia. Lalu kita berteriak “Kesalahan pemerintah! Kesalahan
aparat! Kesalahan birokrasi!”. Mengutip kata-kata Ricky Elson : Apakah anda mengira gampang membenahi
Indonesia sementara Anda sendiri merepotkan Indonesia.
Ya, sulit memang untuk membangun Indonesia melihat
keadaan hari ini. Tetapi, Mr. Honda Souichiro pernah berkata : Hanya orang yang sampai detik terakhir
tidak menyerah yang menjadi pemenang sesungguhnya. Kurangi waktu tidur dan waktu makanmu, bangun dan berkaryalah. Asal mau
mencoba maka tidak ada yang tidak mungkin. Mari belajar kepada Soekarno, Moh. Hatta, Sutan
Syahrir, BJ Habibie, Ricky Elson, dan orang-orang hebat lainnya untuk kemajuan
Indonesia.
Mengutip sebuah kalimat dalam lagu karangan Ibu Soed
berjudul Tanah Airku : “Tanah airku
tidak kulupakan, kan terkenang selama hidupku. Biarpun saya pergi jauh, tidak
kan hilang dari kalbu. Tanahku yang kucintai, engkau kuhargai” Mari membangun Indonesia yang kokoh. Mari
memanfaatkan karya untuk kemajuan Indonesia. Membangun negeri ini bukan untuk dipuja, tetapi untuk mengabdi. Terakhir, bagi yang masih berpikir menyerah melihat keadaan, Sutan Syahrir pernah berkata :
"ANDA BERUNTUNG LAHIR DI NEGERI INDONESIA. PERJUANGKANLAH INDONESIA DAN LIHATLAH CAHAYANYA MENYINARI DUNIA.".
#The Avenger - Indonesia
#Panjang Umur Indonesia

Tidak ada komentar:
Write komentar